APA MANFAAT TRAVELING?

Salah satu teman pernah berkata,”Kalau sudah pernah ke Singapore & Tanah Suci, itu sudah cukup. Lainnya kurang-lebih sama.”

Saya terperangah mendengarnya. Terkejut.

Sebenarnya sangat wajar ketika seseorang beropini. Apalagi ketika opini didasarkan pada pengalaman dan latar belakangnya. Setiap orang berbeda dan akan menghasilkan opini berbeda. Namun saya dirundung rasa penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh. Teman saya tsb tidak menjawab secara konkrit alasannya. Namun ada sepotong komentarnya yaitu,”Traveling itu hanya buang uang saja. Lebih baik uangnya diinvestasikan untuk masa depan saja.” Saya mengerti yang dimaksudnya adalah investasi berupa investasi aset seperti tanah, rumah, surat berharga atau emas. Tentu saja investasi seperti itu memberi nilai tambah di masa mendatang. 

Saat dihubungkan dengan investasi, bagi saya traveling adalah investasi. Tentu saja saya setuju bahwa investasi seperti yang dilakukan teman tsb memberikan keuntungan. Namun bagi saya, traveling memberi return on investment yang intangible. Keuntungan intangible ini berbeda bentuk dibandingkan dengan investasi teman saya.

Bagi saya beberapa retun on investment dengan traveling adalah:

1. Perencanaan dan Antisipasi Unexpected Events

Umumnya para pelancong, termasuk saya, senantiasa belajar untuk menyusun perencanaan traveling dengan baik. Mulai dari melihat tanggal liburan, mencari tiket pesawat dengan harga terjangkau, informasi sebanyak-banyaknya tentang lokasi tujuan, menyusun itinerary, anggaran, perlengkapan yang perlu dibawa, nomor telepon darurat dan sebagainya. Lengkap dengan skenario plan A, plan B, dst dan rencana cadangan. 

2. Kemampuan Komunikasi

Maksud di sini bukan kemampuan berbahasa asing. Maksudnya adalah kemampuan untuk menyampaikan isi kepala dan hati, dengan mempertimbangkan bahasa penyampaian, media yang efektif, waktu yang tepat, hingga strategi komunikasi. Harap diingat: seorang traveler sering berinteraksi dengan orang berbeda budaya. Komunikasi menjadi faktor penting.

3. Kemampuan Beradaptasi

Dikarenakan selalu siap dengan unexpected events, seorang traveler cenderung memiliki kemampuan beradaptasi jauh lebih baik dibanding mereka yang jarang berpergian atau mereka yang sering group-arranged.

4. Menambah Wawasan

Umumnya seorang traveler tujuannya tidak sebatas foto selfie di tempat wisata. Sering kali tujuannya memang untuk menambah pengalaman dan wawasan dengan memahami budaya setempat.

===

Manfaat yang didapat di atas, terutama butir 1 hingga 3, sangat berguna untuk pengembarangan karir dan profesi. Bukankah pada dasarnya tiga butir tsb merupakan bagian dari kompetensi dasar? 

Empat butir manfaat di atas mungkin tidak segemerlap investasi emas atau tanah. Namun investasi pada traveling akan terus memperkaya diri seseorang. Tidak hanya pengetahuan, namun juga keterampilan. Pada akhirnya dua kemampuan utama itulah yang saya yakini menjadi bekal utama dalam menghadapi apapun tantangan dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s